<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>CAHAYA JINGGA</title>
	<atom:link href="http://pesonajingga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pesonajingga.wordpress.com</link>
	<description>MENEBAR KASIH MENYEMAI CINTA</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Jul 2008 14:24:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pesonajingga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>CAHAYA JINGGA</title>
		<link>http://pesonajingga.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pesonajingga.wordpress.com/osd.xml" title="CAHAYA JINGGA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pesonajingga.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MENJADI CERDAS DENGAN MENULIS</title>
		<link>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/15/menjadi-cerdas-dengan-menulis/</link>
		<comments>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/15/menjadi-cerdas-dengan-menulis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 12:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DEWI UNGU</dc:creator>
				<category><![CDATA[ESSAI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesonajingga.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Halimi Zuhdy Ls*) &#8220;Menulis akan merangsang pemikiran, jadi saat anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis&#8221; (Barbara) Tulisan ini berangkat dari sebuah buku yang menurut saya sangat luar biasa pengolahannya, sistematika penulisannya, ide-ide yang diluapkannya, dan mempunyai karakteristik tersendiri yang membuat pembaca ingin memperaktekkan teori-teori yang ada di dalamnya, penuh dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=38&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Halimi Zuhdy Ls*)</p>
<p>&#8220;Menulis akan merangsang pemikiran, jadi saat anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis&#8221; (Barbara)</p>
<p>Tulisan ini berangkat dari sebuah buku yang menurut saya sangat luar biasa pengolahannya, sistematika penulisannya, ide-ide yang diluapkannya, dan mempunyai karakteristik tersendiri yang membuat pembaca ingin memperaktekkan teori-teori yang ada di dalamnya, penuh dengan ide-ide besar, cara berfikir kreatif dan buku ini mengajarkan kita menjadi orang hebat, tetapi tetap bersabar dengan segala kekurangan. buku <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">itu</span> berjudul Accidental Genius :Revolutionizw Your Thinking Through Private Writing. Karangan Mark Levy, penulis buku best seller Magic for Dummies ia oleh Paul Harris di gambarkan sebagai salah satu 100 penyihir yang paling berpengaruh abad ini.</p>
<p><span id="more-38"></span>Cerdas kita pahami sebagai proses kreatif untuk menuju pada pemikiran hebat, cerdik, logis, penuh inovasi-inovasi dan kreatifitas. Orang dianggap cerdas jika ia mampu memecahkan seabrak persoalan dengan penuh kebijaksanaan, atau melihat persoalan secara kritis.</p>
<p>Untuk menjadi cerdas tidaklah semudah membolak balikkan tangan, karena ia memerlukan beberapa tahapan-tahapan yang harus dilalui, bahkan orang yang sudah melalui tahapan-tahapan yang sulit pun masih belum tentu menjadi cerdas, karena berkaitan proses yang harus ia lalui, Mark Levy dalam bukunya Accidental Genius menawarkan cara menjadi cerdas dengan menulis, ia sangat percaya bahwa orang yang produktif dalam menulis akan menjadikannya cerdas, karena ia merasakan sendiri kemunculan- ide-ide kreatifnya, briliannya dan geniusnya di saat ia menuliskan sesuatu bahkan tanpa sengaja. Sebagaimana yang dikatakannya &#8220;siapakah saya ini, saya adalah seseorang yang telah menggunakan penulisan untuk membuat perbedaan dalam pekerjaan hidup saya, selama lima belas<br />
terakhir, saya telah diberbagai segmen grosir, eceran, dan penerbitan dalam industri buku. Selama <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">itu</span>, saya telah menjual buku dengan nilai lebih dari seperempat miliar dollar, pernah dinominasikan untuk tiga anugerah &#8220;Rep of the Year&#8221; yang bergengsi, dan telah meluncurkan beberapa proyek yang melibatkan beberapa bintang dari dunia bisnis yang paling dicari. Semua kesuksesan ini diraih, sebagian besar, melalui penulisan saya yang informal dan penuh penggalian&#8221;.</p>
<p>Dan masih banyak tokoh-tokoh lain seperti, <span class="yshortcuts" style="background:none transparent scroll repeat 0 0;cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Bill Gates</span> penemu <span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Microsoft</span>, W.B Yeats, Harun Yahya, Peter Elbow, Pat Belanoff, Tom Peterr. Mereka memanfaatkan dunia tulis, lebih-lebih tulisan pribadi, untuk merangsang munculnya ide-ide cemerlang dan genius, karena dengan menulis bisa<br />
mengubah berbagai materi mentah pemikiran seseorang menjadi sesuatu yang bisa digunakan, bahkan menjadikannya luar biasa.</p>
<p>Tulisan pribadi tidak hanya membawa penulisnya menjadi penulis buku-buku terkenal, namun mampu memunculkan pikiran-pikiran yang cemerlang dan mengutuhkan ide-ide yang berserakan di sana-sini. Ada frasa yang cukup menarik yang diciptakan oleh Peter Elbow dan Pat Belanoff, yaitu<br />
membuat tulisan pribadi, ia adalah sebuah metode yang cepat dan diperuntukkan untuk bagi-diri-Anda untuk berfikir di atas kertas yang membuat Anda mampu meraih tingkat pemikiran yang sering kali terasa sulit untuk dipertahankan di tengah urusan sehari-hari. Dengan memanfaatkan beberapa rahasia, maka Anda akan merasa senang karena menemukan berbagai ide dan cara yang mungkin<br />
Anda miliki, tetapi belum Anda sadari.</p>
<p>Rahasia-rahasia itu adalah; (1) jangan tunjukkan tulisan pribadi Anda kepada siapa pun (2) Biarkan diri Anda berfikir buruk dan menulis jelek (3) Tulislah secepat mungkin dan terus menerus semampu tangan Anda (4) seranglah sebuah situasi untuk waktu tertentu, dan kemudian lanjutkan kehal-hal yang lain (5) Ungkapkan berbagai ide Anda yang paling jujur dengan menggunakan<br />
&#8220;bahasa dapur&#8221; dan gunakan logika (6) Kembangkan berbagai pemikiran Anda di luar lingkup<br />
normalnya (7) Arahkan kembali fokus anda, sesering mungkin.</p>
<p>Dan Anda akan merasakan bahwa kecerdasan itu akan muncul dari menulis, setelah Anda mengikuti berbagai banyak efen dan kegiatan-kegiatan; seperti seminar, diskusi, rapat dan lainnya. Ketika Anda duduk mendengarkan, dan tangan Anda mencorat-coret apa yang anda dengar dari pemateri, dan<br />
Anda mencatat beberapa poin yang ingin ditanyakan, dipersoalkan, dan didebatkan maka muncullah<br />
gagasan-gagasan yang sebelumnya berantakan, menjadi utuh. Bahkan yang belum terpikirkan akan bermuncullan karena ada rangsangan dari gerak tangan Anda.</p>
<p>Maka cobalah dalam banyak kesempatan untuk merangsang ide-ide muncul dengan menuliskan sesuatu. Gerakkan tangan Anda, rangsanglah pikiran anda untuk memunculkan ide-ide cemerlang, dan percepatlah menulis. Meminjam bahasa Mark Levy semakin cepat menulis maka semakin banyak ide yang akan dituliskan, semakin cepat menulis semakin terangsang ide untuk muncul. Dan seperti pernyataannya &#8220;seringkali saya ingin menulis, tapi apa yang akan saya tulis saya tidak tahu, tapi setelah saya ambil kertas dan pena muncullah ide-ide itu, bahkan sesuatu yang belum pernah saya pikirkan seketika itu berdesakan muncul.&#8221;</p>
<p>Kita sering merasakan munculnya ide tersebut karena ada usaha untuk memainkan peran otak yang punya potensi untuk dipercikkan, diledakkan dan dimunculkan. Kalau otak diberi rangsangan-rangsang untuk dikeluarkan baik dengan munulis atau berbicara ngarang –ngidul maka ia akan<br />
muncul entah dengan bentuk apa yang jelas ia kan muncul.<br />
Kita memanfaatkan prinsip bahwa pikiran sebenarnya keluar<br />
dari kepala kita sepanjang waktu, seperti saat ia berjalan<br />
di sebuah rangkaian yang sempurna, hal ini menjelaskan<br />
mengapa sering kali, sebuah pemikiran yang aneh, tiba-tiba<br />
akan muncul di kepala kita tanpa alasan yang jelas.<br />
Kemungkinannya, kita sedang berada di dekat pikiran orang<br />
lain yang sedang meloncat keluar, hanya kita tidak<br />
menyadarinya. &#8220;. betapa mudah sebenarnya, untuk<br />
memunculkan ide-ide cemerlang, jikalau kita memberikan<br />
jatah sedikit saja untuk menulis, menulis apa saja,<br />
meskipun tidak pernah terlintas apa yang seharusnya kita<br />
tulis, karena banyak tokoh-tokoh besar dikarenakan hanya<br />
menulis sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ada dan tidak<br />
pernah terlintas, namun karena keanihan dari tulisan<br />
itulah muncul banyak inspirasi-inspirasi .[ ]</p>
<p><em>Halimi Zuhdy Ls. Peneliti sastra, kolumnis, penulis puisi,<br />
Alumni Fakultas Humaniora Budaya, Jurusan sastra Arab UIN<br />
Malang, Mantan Pimpinan Umum Jurnal MAHARDIKA, Pimred<br />
majalah AL-FUAD dan kini Ketua Linguistic and literature<br />
<span class="yshortcuts" style="cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Malang</span>. Direktur CAS (Central Arabic Study) <span class="yshortcuts" style="background:none transparent scroll repeat 0 0;cursor:hand;border-bottom:#0066cc 1px dashed;">Malang</span></p>
<p></em>halimizuhdy. blogspot. com<br />
ibnuzuhdy.multiply. com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pesonajingga.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pesonajingga.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesonajingga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesonajingga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesonajingga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesonajingga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesonajingga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesonajingga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesonajingga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesonajingga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesonajingga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesonajingga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesonajingga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesonajingga.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesonajingga.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesonajingga.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=38&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/15/menjadi-cerdas-dengan-menulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4462a4557eac48bf69e701b4bc1266c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesonajingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Ini Membunuhku</title>
		<link>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/15/cinta-ini-membunuhku/</link>
		<comments>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/15/cinta-ini-membunuhku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 11:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DEWI UNGU</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOVE SONG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesonajingga.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[By : D’Masiv Kau membuat ku berantakan Kau membuat ku tak karuan Kau membuat ku tak berdaya Kau menolakku acuhkan diriku Bagaimana caranya untuk Meruntuhkan kerasnya hatimu Ku sadari ku tak sempurna Ku tak seperti yang kau inginkan [Reff] Kau hancurkan aku dengan sikapmu Tak sadarkah kau telah menyakitiku Lelah hati ini meyakinkanmu Cinta ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=36&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>By : D’Masiv</strong></p>
<p>Kau membuat ku berantakan<a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/11883732900.jpg"><img class="alignright alignnone size-medium wp-image-37" style="float:right;" src="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/11883732900.jpg?w=300&#038;h=159" alt="" width="300" height="159" /></a><br />
Kau membuat ku tak karuan<br />
Kau membuat ku tak berdaya<br />
Kau menolakku acuhkan diriku</p>
<p><span id="more-36"></span>Bagaimana caranya untuk<br />
Meruntuhkan kerasnya hatimu<br />
Ku sadari ku tak sempurna<br />
Ku tak seperti yang kau inginkan</p>
<p>[Reff]<br />
Kau hancurkan aku dengan sikapmu<br />
Tak sadarkah kau telah menyakitiku<br />
Lelah hati ini meyakinkanmu<br />
Cinta ini membunuhku</p>
<p>Bagaimana caranya untuk<br />
Meruntuhkan kerasnya hatimu<br />
Ku sadari ku tak sempurna<br />
Ku tak seperti yang kau inginkan</p>
<p>Back to Reff</p>
<p>…. Wooo…Uuhh…Haaa…</p>
<p>Lelah hati ini meyakinkanmu<br />
Cinta ini membunuhku</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pesonajingga.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pesonajingga.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesonajingga.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesonajingga.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesonajingga.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesonajingga.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesonajingga.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesonajingga.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesonajingga.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesonajingga.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesonajingga.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesonajingga.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesonajingga.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesonajingga.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesonajingga.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesonajingga.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=36&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/15/cinta-ini-membunuhku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4462a4557eac48bf69e701b4bc1266c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesonajingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/11883732900.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Yang Sempurna</title>
		<link>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/04/mimpi-yang-sempurna/</link>
		<comments>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/04/mimpi-yang-sempurna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 09:05:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DEWI UNGU</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOVE SONG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesonajingga.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Peter Pan [Album Taman Langit] Mungkinkah bila kubertanya pada bintang-bintang Dan bila kumulai merasa bahasa kesunyian Sadarkah aku yang berjalan dalam kehampaan Terdiam terpana terbata semua dalam keraguanAku dan semua yang terluka karena kita Aku kan menghilang dalam gelap malam Lepas ku melayang Biarlah kubertanya pada bintang-bintang Tentang arti kita Dalam mimpi yang sempurna<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=33&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="cbox"><a href="http://null/peter_pan.html" title="Peter Pan"><strong>Peter Pan</strong></a> [Album Taman Langit]</div>
<div class="cbox"><a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/tamanlangitsd9.jpg" title="tamanlangitsd9.jpg"><img border="0" align="left" width="100" src="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/tamanlangitsd9.thumbnail.jpg?w=100&#038;h=100" alt="tamanlangitsd9.jpg" height="100" /></a></div>
<div class="cbox"></div>
<div class="cbox"></div>
<div class="cbox"></div>
<div class="cbox"></div>
<div class="cbox"></div>
<div class="cbox"></div>
<div class="cbox">Mungkinkah bila kubertanya pada bintang-bintang<br />
Dan bila kumulai merasa bahasa kesunyian<br />
Sadarkah aku yang berjalan dalam kehampaan<br />
Terdiam terpana terbata semua dalam keraguanAku dan semua yang terluka karena kita</p>
<p>Aku kan menghilang dalam gelap malam<br />
Lepas ku melayang<br />
Biarlah kubertanya pada bintang-bintang<br />
Tentang arti kita<br />
<a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/tamanlangitsd9.jpg" title="tamanlangitsd9.jpg"></a><a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/tamanlangitsd9.jpg" title="tamanlangitsd9.jpg"></a><br />
Dalam mimpi yang sempurna</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pesonajingga.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pesonajingga.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesonajingga.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesonajingga.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesonajingga.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesonajingga.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesonajingga.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesonajingga.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesonajingga.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesonajingga.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesonajingga.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesonajingga.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesonajingga.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesonajingga.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesonajingga.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesonajingga.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=33&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/04/mimpi-yang-sempurna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4462a4557eac48bf69e701b4bc1266c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesonajingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/tamanlangitsd9.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tamanlangitsd9.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janji Di atas Ingkar</title>
		<link>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/04/janji-di-atas-ingkar/</link>
		<comments>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/04/janji-di-atas-ingkar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 06:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DEWI UNGU</dc:creator>
				<category><![CDATA[LOVE SONG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/04/janji-di-atas-ingkar/</guid>
		<description><![CDATA[Audy [Album Audy 18] Sekat hati, tak menahan jua Lelah aku pada setiaku Mengapa kau datang, memberiku cinta Oh inikah indah mendua Haruskah, kuhempas [Reff] Jangan kau tanya, kan cinta untukmu, disini yang ada dirimu Adakah benarnya, janji diatas ingkar, disana yang ada ragu Oh inikah indah mendua Pergi saja pergi, bawa jauh cintamu Kutahu ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=31&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="submitted"></span></p>
<div class="content"><em><a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/audy.jpg" title="audy.jpg"></a><img border="0" align="right" width="100" src="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/audy.thumbnail.jpg?w=100&#038;h=100" alt="audy.jpg" height="100" style="width:189px;height:190px;" />Audy [Album Audy 18]</em></div>
<div class="content"></div>
<div class="content">Sekat hati, tak menahan jua<br />
Lelah aku pada setiaku<br />
Mengapa kau datang, memberiku cinta<br />
Oh inikah indah mendua<br />
Haruskah, kuhempas</div>
<p class="content">[Reff]<br />
Jangan kau tanya, kan cinta untukmu,<br />
disini yang ada dirimu<br />
Adakah benarnya, janji diatas ingkar,<br />
disana yang ada ragu</p>
<p class="content">Oh inikah indah mendua<br />
Pergi saja pergi, bawa jauh cintamu<br />
Kutahu ini tak adil untukmu<br />
Sesalkan, adanya</p>
<p class="content">[Reff]</p>
<p class="content">[Bridge]<br />
Bukankah kita mengerti,<br />
dan kita sadari janji, ‘kan hindari cinta</p>
<p class="content">[Interlude]</p>
<p class="content">[Reff]  (2x) ~<br />
Disana yang ada, ragu~…</p>
<p class="content"><!--adcode--></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pesonajingga.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pesonajingga.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesonajingga.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesonajingga.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesonajingga.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesonajingga.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesonajingga.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesonajingga.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesonajingga.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesonajingga.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesonajingga.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesonajingga.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesonajingga.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesonajingga.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesonajingga.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesonajingga.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=31&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/04/04/janji-di-atas-ingkar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4462a4557eac48bf69e701b4bc1266c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesonajingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/04/audy.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">audy.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EDENSOR</title>
		<link>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/27/</link>
		<comments>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/27/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 20:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DEWI UNGU</dc:creator>
				<category><![CDATA[BOOK REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesonajingga.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Edensor Penulis: Andrea Hirata Penerbit: Bentang Pustaka Cetakan I, Mei 2007 Format: 13 cm x 20,5 cm Tebal: xii + 288 ISBN:  978-979-122-702-5 &#160; Novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini bercerita tentang petualangan Ikal dan Arai di Eropa. Setelah berhasil memperoleh beasiswa ke Prancis, Ikal dan Arai, mengalami banyak kejadian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=27&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font color="#ff00ff"><a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/edensor.jpg" title="edensor.jpg"></a><a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/wm.jpg" title="wm.jpg"><img border="0" align="left" width="120" src="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/wm.thumbnail.jpg?w=120&#038;h=100" alt="edensor.jpg" height="100" style="width:95px;height:144px;" /></a>Judul Buku : Edensor<br />
Penulis: Andrea Hirata<br />
Penerbit: Bentang Pustaka<br />
Cetakan I, Mei 2007<br />
Format: 13 cm x 20,5 cm<br />
Tebal: xii + 288<br />
ISBN:  978-979-122-702-5</font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify"><font color="#ff00ff">Novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi ini bercerita tentang petualangan Ikal dan Arai di Eropa. Setelah berhasil memperoleh beasiswa ke Prancis, Ikal dan Arai, mengalami banyak kejadian yang orang biasa sebut sebagai kejutan budaya. Banyak kebiasaan dan peradaban Eropa yang berlainan sama sekali dengan peradaban yang selama ini mereka pahami sebagai orang Indonesia, khususnya Melayu.</font></p>
<p align="justify"><font color="#ff00ff">Di dalam buku ini juga Ikal dan Arai kembali menuai karma akibat kenakalan-kenalan yang pernah mereka lakukan semasa kecil dan remaja dulu. Pembaca akan dibawa ke dalam petualangan mereka menyusuri Eropa dengan berbagai pengalaman yang mencengangkan, mencekam, membuat terbahak, Sekaligus berurai air mata. </font></p>
<p align="justify"><font color="#ff00ff"><span id="more-27"></span>Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara <a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/edensor.jpg" title="edensor.jpg"></a>bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi<img border="0" align="right" width="120" src="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/edensor.thumbnail.jpg?w=120&#038;h=100" alt="edensor.jpg" height="100" style="width:278px;height:169px;" /> satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin Melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup! </font></p>
<p align="justify"><font color="#ff00ff">      Novel ini kian meneguhkan kehadiran tetralogi Laskar Pelangi sebagai karya<br />
      unggul yang pasti disukai pembaca.<br />
      —Ahmad Tohari, sastrawan </font></p>
<p align="justify"><font color="#ff00ff">      Andrea Hirata membuatku mabuk kepayang!<br />
      —Linda Christanty, cerpenis</font></p>
<p align="justify"><font color="#ff00ff">Diambil dari <a href="http://www.bukabuku.com/">www.bukabuku.com</a></font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pesonajingga.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pesonajingga.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesonajingga.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesonajingga.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesonajingga.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesonajingga.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesonajingga.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesonajingga.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesonajingga.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesonajingga.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesonajingga.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesonajingga.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesonajingga.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesonajingga.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesonajingga.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesonajingga.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=27&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/27/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4462a4557eac48bf69e701b4bc1266c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesonajingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/wm.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">edensor.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/edensor.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">edensor.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SANG PEMIMPI</title>
		<link>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/sang-pemimpi/</link>
		<comments>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/sang-pemimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 19:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DEWI UNGU</dc:creator>
				<category><![CDATA[BOOK REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesonajingga.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Judul buku: Sang Pemimpi Penulis: Andrea Hirata Penerbit: Bentang Pustaka Cetakan I, Juli 2006 Format: 13 cm x 20,5 cm Tebal: x + 292 hal ISBN: 979-3062-92-4 Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang mempesona yang akan membuat anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=24&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font color="#993366"><a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/buku-2-sang-pemimpi.jpg" title="buku-2-sang-pemimpi.jpg"><img border="0" align="left" width="120" src="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/buku-2-sang-pemimpi.thumbnail.jpg?w=120&#038;h=100" alt="buku-2-sang-pemimpi.jpg" height="100" style="width:94px;height:134px;" /></a>Judul buku: Sang Pemimpi<br />
Penulis: Andrea Hirata<br />
Penerbit: Bentang Pustaka<br />
Cetakan I, Juli 2006<br />
Format: 13 cm x 20,5 cm<br />
Tebal: x + 292 hal<br />
</font><font color="#993366">ISBN: 979-3062-92-4<br />
</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366"></font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Sang Pemimpi adalah sebuah lantunan kisah kehidupan yang mempesona yang akan membuat anda percaya akan tenaga cinta, percaya pada kekuatan mimpi dan pengorbanan, lebih dari itu, akan membuat anda percaya kepada Tuhan. Andrea akan membawa Anda berkelana menerobos sudut-sudut pemikiran dimana Anda akan menemukan pandangan yang berbeda tentang nasib, tantangan intelektualitas, dan kegembiraan yang meluap-luap, sekaligus kesedihan yang mengharu biru.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Tampak komik pada awalnya, selayaknya kenakalan remaja biasa, tapi kemudian tanpa Anda sadari kisah dan karakter-karakter dalam buku ini lambat laun menguasai Anda. Karena potret-potret kecil yang menawan akan menghentakkan Anda pada rasa humor yang halus namun memiliki efek filosofis yang meresonansi. Karena arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah dua orang tokoh utama buku ini, Arai dan Ikal, akan menuntun Anda dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar Anda dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar Anda menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan Anda sendiri.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366"><span id="more-24"></span>“Kita tak ‘kan pernah mendahului nasib!” teriak Arai</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">“Kita akan sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika! Apa pun yang terjadi!”</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">“Andrea adalah seorang seniman kata-kata.”<br />
—Nicola Horner, jurnalis di London, kontributor The Guardian, dan pemerhati kesusastraan Melayu</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Novel kedua Hirata ini tidak kurang kocaknya dibandingkan Laskar Pelangi. Tuturannya mengalir, menyentuh, mencerahkan, menggelikan, membidik pusat kesadaran, dan jauh dari sifat menggurui. Selamat membaca.<br />
—Ahmad Syafii Maarif, cendekiawan dan mantan ketua umum PP Muhammadiyah</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Untuk sebuah karya sastra bergaya saintifik dengan penyampaian cerdas dan sangat menyentuh, nama Andrea Hirata sudah bisa jadi jaminan.<br />
—Ahmad Tohari, penulis trilogi Ronggeng Dukuh Paruk</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Prolog Sang Pemimpi</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Aku telah menghabiskan demikian banyak waktu untuk novel keduaku ini bukan untuk menulisnya, menulisnya tak lebih dari empat minggu, namun untuk mempertanyakan pada diriku sendiri tentang teori kurva belajar (learning curve) yang dengan sangat kurang ajar kureka-reka sendiri. Awalnya, aku ingin sekali, agar setiap buah pikiran yang ada dalam setiap paragraf yang kuhaturkan kepada Anda merupakan bagian dari suatu pencerahan karena aku telah mempelajari semua aspeknya dengan seksama. Namun rupanya aku ini bukan Truman Capote yang mampu melihat intelejensia pada setiap gelembung peristiwa lalu menulisnya dengan presisi yang mengagumkan.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Maka kurendahkan sedikit standard diatas dengan mencoba menisbikan kompleksitas suatu fenomena lalu menyajikannya secara ringan tapi imajinatif tanpa mengkorupsi esensi dari fenomena itu, ini juga tak sukses karena ternyata aku bukan Antonio Skarmeta.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Namun aku berkeras dengan teori learning curve versiku itu sebab aku begitu termotivasi untuk menjaga nilai-nilai yang menurutku seharusnya ada dalam sebuah buku: ilmu, semangat, integritas, keberanian bercita-cita, dan ajakan untuk tidak menyerah pada rintangan apapun. Klasik memang, tapi apa boleh buat, hanya hal-hal seperti itulah yang menarik minatku untuk menulis. Lagi pula aku telah menemukan daya tarik yang tak habis-habisnya dari gaya menulis secara realis. Motivasi jenis ini merupakan warisan pelajaran mutiara raja brana, harta berkilauan tak ternilai yang kudapat dari dua orang guruku di sebuah sekolah dasar yang hampir rubuh, dan akhirnya rubuh: Ibu Muslimah Hafsari dan Bapak Harfan Efendy Noor. Anda akan berkenalan dengan orang-orang gagah berani ini, para ksatria pendidikan yang terabaikan ini, jika Anda sempat membaca buku pertamaku Laskar Pelangi.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Akhirnya yang kulakukan adalah memetakan saja setiap titik dari kurva belajarku sejak mula lalu menulisnya dengan berusaha memperhitungkan secara teliti implikasi emosi dari setiap bab. Dramanya dimulai dari kelas satu SD sampai kelas tiga SMP, dan yang kudapat adalah Laskar Pelangi. Sebagai bagian dari tetralogi Laskar Pelangi maka novel Sang Pemimpi di tangan Anda ini bercerita tentang kelanjutan perjuangan tokoh-tokoh menarik yang ada didalamnya sejak mereka remaja SMA. Lalu lihatlah bagaimana dahsyatnya tenaga dari mimpi orang-orang muda itu sehingga membawa mereka pada penaklukan-penaklukan yang tak terbayangkan.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Sebagai seorang anak Melayu, mencerburkan diri ke dalam samudera sastra bagiku sama rasanya seperti menggoda sarang tawon.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">“Bangsa Melayu adalah bangsa pujangga, pikirkan seratus kali dari pada tulisanmu hanya akan mencemari nama nenek moyangmu!” demikian pesan seorang kritikus.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Sehingga menulis memoar seperti Sang Pemimpi ini, dibawah jajahan insomnia yang parah, kata-kataku menjelma menjadi seekor hewan terirorial yang liar. Setengah mati aku memaksanya keluar dari liangnya untuk membebaskan diriku dari keakuan agar aku tak menjadi narsis, kelelahan aku menjaganya untuk tak melintasi teritori itu agar tak tercabik-cabik dilibas literatur populer yang perkasa mengangkangi industri buku dewasa ini, terhuyung-huyung aku berusaha tegak dalam teritoriku demi reputasi nenek-nenek moyangku, dan yang paling menggemaskan, belum tentu akan ada penerbit buku-yang merupakan bagian dari kaum kapitalis itu-yang berminat menerima karyaku yang tak sudi tunduk pada selera pasar ini.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Maka inilah kawan, dengan gagah berani, kupersembahkan padamu Sang Pemimpi. Terutama karena terdorong oleh daya juang tokoh-tokoh dalam cerita ini: Arai dan Ikal. Tak gentar mereka menibarkan mimpi-mimpinya di bulan ketika kaki-kaki muda mereka yang kumal dan telanjang masih terbenam di dermaga Magai, nun jauh di pulau terpencil Belitong sana, untuk menyambung hidup, untuk membiayai sendiri pendidikannya. Bagaimanakah nasib akan memperlakukan mereka?</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Bagian yang paling menarik dalam riset saat menulis buku ini adalah aku menemukan ternyata perjalanan nasib seseorang tak ubahnya seperti ekstrapolasi potongan-potongan mozaik. Mozaik-mozaik itu terserak-serak dalam berbagai dimensi ruang dan waktu namun nanti perlahan-lahan, secara misterius, ia akan berkumpul membentuk eksistensi orang tersebut. Inspirasi terbesar dari pengetahuan tentang mozaik ini mulanya dicetuskan oleh guru kusesasteraan SMA saya yang hebat: Bapak Julian Ichsan Balia.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Dalam konteks dunia buku saat ini, menulis dan mungkin membaca buku seperti ini diperlukan keberanian. Namun jika anda seorang yang juga tak mudah surut menghadapi carut marut hidup ini, seperti Arai dan Ikal, senang dengan tantangan, menyukai letupan-letupan mara bahaya, harapanku adalah Anda dapat berdendang seirama genderang kata yang kutabuh, Anda dapat menari serancak imajinasi, melantun seindah gurindamku, tersenyum, tertawa, terharu, dan menangis bersama tokoh-tokoh yang jujur, para patriot kehidupan sehari-hari, di dalam buku ini. Sebaliknya bagi Anda yang berminat menulis buku semacam ini jangan biarkan pena Anda bertekuk lutut. Teruslah menulis, kabarkan kebenaran, walaupun Anda terancam bangkrut.</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan dua novel lagi yang sedang kutulis secara simultan saat ini dengan judul Edensor dan Maryamah Karpov-novel terakhir ini tentang penghormatan pada kaum perempuan-merupakan tetralogi Laskar Pelangi yang kuanggap sebagai proyek seni pribadiku untuk Belitong, pulau kecil kelahiranku nun di serambi Laut China Selatan sana. Meletakkan budaya orang Melayu dan Tionghoa Melayu di Belitong sebagai platform untuk mendefinisikan tetralogi itu merupakan elemen yang paling menggairahkanku. Ingin rasanya mampu menulis buku-buku yang mampu menghidupkan karakter dan budaya, sayangnya aku ini bukan Alexander McCall Smith. (Andrea Hirata)</font></p>
<p align="justify"><font color="#993366">Diambil dari </font><a href="http://www.udaeko.wordpress.com/"><font color="#993366">www.udaeko.wordpress.com</font></a></p>
<p align="justify"><font color="#993366"></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pesonajingga.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pesonajingga.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesonajingga.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesonajingga.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesonajingga.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesonajingga.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesonajingga.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesonajingga.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesonajingga.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesonajingga.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesonajingga.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesonajingga.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesonajingga.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesonajingga.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesonajingga.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesonajingga.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=24&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/sang-pemimpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4462a4557eac48bf69e701b4bc1266c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesonajingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/buku-2-sang-pemimpi.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku-2-sang-pemimpi.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LASKAR PELANGI</title>
		<link>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/laskar-pelangi/</link>
		<comments>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/laskar-pelangi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 18:46:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DEWI UNGU</dc:creator>
				<category><![CDATA[BOOK REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pesonajingga.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku : Laskar Pelangi Penulis : Andrea Hirata Tebal : xvi + 534 Cetakan : Pertama, September 2005 Format : 13 cm x 20,5 cm ISBN : 979-3062-79-7 Novel ini berisi kisah heroik 11 anak Belitong yang tergabung dalam ”Laskar Pelangi”: Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang penutur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=19&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font color="#800080"><a target="_top" href="http://www.himawijaya.org/wp-content/uploads/2007/08/laskar_2.jpg"></a><a href="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/buku-1-laskar-pelangi.jpg" title="buku-1-laskar-pelangi.jpg"><img border="0" align="left" width="100" src="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/buku-1-laskar-pelangi.thumbnail.jpg?w=100&#038;h=123" alt="buku-1-laskar-pelangi.jpg" height="123" style="width:84px;height:122px;" /></a>Judul Buku : Laskar Pelangi<br />
Penulis : Andrea Hirata<br />
Tebal : xvi + 534<br />
Cetakan : Pertama, September 2005<br />
Format : 13 cm x 20,5 cm<br />
ISBN : 979-3062-79-7</font></p>
<p align="justify"><font color="#800080"><br />
Novel ini berisi kisah heroik 11 anak Belitong yang tergabung dalam ”Laskar Pelangi”: Syahdan, Lintang, Kucai, Samson, A Kiong, Sahara, Trapani, Harun, Mahar, Flo dan sang penutur cerita – Ikal. Andrea Hirata, yang tak lain adalah Ikal, dengan cerdas mengajak pembaca mengikuti tamasya nostalgia masa kanak-kanak di pedalaman Belitong yang berada dalam kehidupan kontras: kaya dengan tambang timah, tapi rakyatnya tetap miskin dalam kesehariannya.  </font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">Ini adalah cerita tentang semangat juang menyala-nyala dari anak-anak kampung Belitong untuk mengubah nasib melalui sekolah, yang harus mereka dapat dengan terengah-engah. Sebagian besar orang tua mereka lebih suka melihat anak-anaknya bekerja membantu orang tua di ladang, atau bekerja menjadi buruh kasar di PN Timah, daripada sekolah yang tak jelas masa depannya.</font></p>
<p align="justify"><font color="#800080"><span id="more-19"></span>Derita sekolah itu tergambar jelas ketika SD Muhammadiyah di kampung miskin itu terancam tutup kalau murid baru sekolah itu tidak mencapai 10 orang. kesebelas anak itulah yang telah menyelamatkan masa depan suar pendidikan yang hampir redup digilas ekonomi. </font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">Kesebalas anak itu memiliki keunikan masing-masing. Diantara 11 anak Laskar Pelangi itu, Lintang dan Mahar adalah 2 diantara yang paling menonjol. Lintang jenius dalam bidang eksakta, Mahar ahli di bidang seni budaya. Mereka seolah mewakili otak kanan dan otak kiri manusia. Lintang memiliki semangat juang yang tiada tara dalam belajar.  Dia rela menempuh perjalanan dengan kereta angin sejauh 80 km pergi pulang demi  dapat memuaskan dahaga ilmu pegetahuan. Saking semangatnya hingga akan tercium karet terbakar dari sepatunya  yang aus digerus pedal sepeda. Jika ada aral melintang di jalan dan terlambat sampai sekolah, tiada masalah baginya, asal dapat menyanyikan lagu ”Padamu Negeri” pada akhir jam pelajaran.</font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">Novel Laskar Pelangi penuh dengan taburan wawasan yang luas bak samudra dari penulisnya yang paham betul tentang ilmu eksakta, seni budaya, dan humaniora. Kita akan dibuat tersenyum geli dari humor kecil yang dilontarkannya, terharu dan bahkan menangis ketika membaca kisah heroik kesebelas anak Laskar Pelangi. </font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">Filicium adalah pohon yang menjadi saksi seluruh drama kehidupan Laskar Pelangi. Pohon itu menaungi sekolah mereka yang hampir roboh. Pohon itu menjadi markas setiap pertemuan mereka: membicarakan soal-soal di sekolah, merancang karya untuk festival 17 Agustus, atau tempat Lintang memberi kuliah tentang ilmu fisika. Pohon itu pulalah yang menjadi saksi kerinduan Ikal pada gadis manis keturunan cina, anak pemillik toko Sinar Harapan yang memiliki jari lentik dan kuku cantik. </font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">Anak-anak Laskar Pelangi itu hidup dalam kebahagiaan masa kecil dan menyimpan mimpi masing-masing untuk hari esok. Tapi siapa yang sanggup melawan sang nasib? Dua belas tahun kemudian, Ikal menyaksikan perubahan nasib teman-temannya yang sungguh diluar dugaan. Sang nasib sungguh menjadi sebuah misteri yang maha gelap. Anak-anak Laskar Pelangi itu boleh punya cita-cita setinggi langit, tapi nasib jualah yang menentukan episode kehidupan mereka selanjutnya. Sang nasib bisa jadi adalah ketiadaan kepedulian pemerintah akan bibit-bibit unggul mutiara anak bangsa yang harus terhempas oleh himpitan ekonomi. Mereka adalah anak-anak harapan bangsa yang terpaksa harus tunduk oleh gilasan nasib yang semestinya bisa diupayakan oleh pemerintah yang punya amanah dan kuasa untuk memajukan pendidikan. </font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">Lintang, sang jenius itu misalnya kini harus terpuruk jadi sopir tronton karena harus menjadi tulang punggung keluarga, menjadi pengganti ayahnya.  Tapi Lintang punya jawaban, ” jangan sedih Ikal, paling tidak aku telah memenuhi harapan ayahku agar tidak jadi nelayan….” Bagi Ikal, kata-kata itu semakin menghancurkan hatinya, ia marah, kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Ia mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri, dan anak-anak orang kaya yang menyia-nyiakan kesempatan pendidikan.</font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">Kekuatan novel ini terletak pada sentilan humaniora tentang pentingnya pendidikan sekolah dan sekaligus kuatnya moral agama. Novel ini wajib baca bagi generasi muda yang terlena dengan gelimang kemudahan ekonomi dan tak lagi kenal jerih payah untuk menggapai masa depan. Novel ini juga wajib baca bagi para pendidik, bagi pemerintah yang selalu alpa pada pentingnya pendidikan. Buah dari kealpaan itu diantaranya adalah, kini kita menjadi bangsa yang sering menjadi bahan olok-olok oleh bangsa lain, karena kita rajin mencetak manusia yang tak punya kualitas.</font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">Kelemahan novel ini, menurut saya, hanya terletak pada cara mengakhiri cerita. Semestinya, novel ini sudah ditutup pada bab 33: Anarkonisme, yang menceritakan kejatuhan Babel (Bangka Belitung) yang dulu bergelimbang Timah. Bab 34: Gotik, menurut saya menjadi ekor cerita yang membingungkan. Karena penutur ”Aku” secara tiba-tiba menjadi orang lain, dan bukan lagi Ikal. Bab 34 ini menjadi sebuah kemubaziran. Sama persis seperti seorang pelukis yang seharusnya berhenti menguaskan catnya pada bidang lukis yang sudah sempurna, tapi kemudian menjadi berantakan karena sebuah goresan yang tidak perlu.</font></p>
<p align="justify"><font color="#800080">(Oleh Hartono, </font><a href="http://www.rumahbaca.wordpress.com/"><font color="#800080">www.rumahbaca.wordpress.com</font></a><font color="#800080">)</font></p>
<p align="justify"><font color="#800080"></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pesonajingga.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pesonajingga.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pesonajingga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pesonajingga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pesonajingga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pesonajingga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pesonajingga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pesonajingga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pesonajingga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pesonajingga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pesonajingga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pesonajingga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pesonajingga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pesonajingga.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pesonajingga.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pesonajingga.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pesonajingga.wordpress.com&amp;blog=2965875&amp;post=19&amp;subd=pesonajingga&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pesonajingga.wordpress.com/2008/03/26/laskar-pelangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4462a4557eac48bf69e701b4bc1266c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pesonajingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pesonajingga.files.wordpress.com/2008/03/buku-1-laskar-pelangi.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku-1-laskar-pelangi.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
